Dukuh Badran: Artis
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2020

Abi Cancer, Aktor Pemeran Wiro Sableng Meninggal Dunia


Abi Cancer meninggal dunia pada Minggu (22/3/2020) malam karena serangan jantung. Kabar duka ini disampaikan oleh aktor sekaligus produser Evry Joe, sebagaimana dikutip Antara. "Inna ilahi wa inna ilahi rojiun telah pulang ke rahmatullah Bang Abi Cancer, artis kita, dikarenakan serangan jantung jam 8.30 malam," kata Evry. Abi Cancer adalah bintang serial Wiro Sableng musim kedua. Ia menggantikan Ken-Ken yang sebelumnya memainkan sosok pahlawan lokal tersebut. Selain itu, Abi juga sempat membintangi beberapa film di antaranya Roh Fasik dan The Raid serta aktif dalam sinetron. Jenazah aktor laga tahun 1990-an ini disemayamkan di rumah duka di Perum Harapan Indah, jalan Melon Raya Blok SE No. 8, Pejuang Medan Satria, Bekasi Barat. Belum diketahui kapan dan di mana jenazah akan dimakamkan. "Maafkan almarhum atas kesalahanya semoga di terima di sisi ALLAH," ujar Evry.

Rabu, 11 Maret 2020

Penyanyi Senior Era 80-an Rama Aiphama Meninggal Dunia


Rama Aiphama Meninggal Dunia

Panggung hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi era 80-an Rama Aiphama meninggal dunia.

Kabar ini tersiar lewat pesan yang diterima pada hari ini, Rabu (11/3/2020).

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah wafat. Sayyid Muhammad bin Syagab Al-Idrus ( Rama Aiphama)," demikian bunyi pesannya.

Masih dari pesan tersebut, jenazah Rama Aiphama disebut sampai sekarang masih disemayamkan di rumah duka di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Rencananya, jenazah Rama Aiphama akan dimakamkan di tempat pemakaman Al Muchdar, Cimanggis, Jakarta Timur sore nanti.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun kerabat.

Rama Aiphama diketahui memulai karier sebagai penyanyi pada 1981. Dikenal sebagai penyanyi beraliran Melayu, dangdut, dan keroncong, dia meraih puncak popularitas pada era 90-an.

Ciri khas Rama Aiphama yang paling mencolok adalah pakaian menjuntai-juntai berwarna-warni yang selalu dipakai saat tampil. Dia juga melengkapi dengan topi khasnya.

Rama Aiphama meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Dia adalah penyanyi dan pencipta berdarah Arab-Gorontalo.

Rama menikah dengan Euis Kartika Sari sekitar tahun 1993. Pada Mei 2009, mereka memutuskan untuk bercerai. Dari pernikahan itu, Rama Aiphama dan Euis dikaruniai 3 orang anak.


Jumat, 06 Maret 2020

Artis Layar Lebar Mila Karmila Meninggal Dunia, Berikut Beberapa Film Yang Pernah Di Perankannya



"Iya betul (meninggal) aku tadi baca di grup WhatsApp PARFI," beri tahu Evry Joe ketika dihubungi awak media lewat WhatsApp, Jumat (6/3/2020) dini hari. Mila Karmila dikenal khalayak lewat sejumlah film populer.

 Artis senior Mila Karmila meninggal dunia, Kamis (5/3/2020) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Mila Karmila mangkat di usia 77 tahun. Kabar ini dibenarkan rekan Mila Karmila di Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe.

Berkarier sejak 1961, Mila Karmila telah membintangi 42 film. Beberapa di antaranya, melekat di hati pencinta film dan berjaya di Festival Film Indonesia. Showbiz Liputan6.com memilih 6 rekam jejak Mila Karmila di layar lebar. Teriring doa, semoga almarhumah tenang di sisiNya. Selamat menyimak.

1. Bandung Lautan Api (1974)



Mila Karmila dilibatkan dalam film berlatar peperangan Indonesia-Belanda di Kota Kembang yang mencapai klimaks pada 24 Maret 1946. Pada momen itu, Bandung disebut Lautan Api.

Sebagian besar film karya Alam Surawidjaja ini berisi tembak-tembakan dan sarat ledakan. Akting Mila Karmila diadu dengan Christine Hakim, Arman Effendy, dan Dicky Zulkarnaen. Berdurasi lebih dari dua jam, Bandung Lautan Api menyeret penonton ke salah satu medan perang paling mematikan dalam sejarah sinema Indonesia.

2. Ibuku Malang, Ibu Tersayang (1990)


Generasi 1990-an tentu tidak akan lupa pada sandiwara radio momumental, Ibuku Malang Ibu Tersayang. Sandiwara radio ini meledak di indra dengar masyarakat menyusul Sahur Sepuh dan Tutur Tinular. Mila Karmila dipercaya menjadi pemeran utama kisah sedih ini. Ia berperan sebagai Corry, mahasiswa yang dihamili Sasongko (August Melasz).

Sasongko lepas tanggung jawab. Penderitaan memuncak saat Corry diusir dari rumah. Corry melahirkan Sonny (Fajar Nurachman). Sonny dibesarkan dalam dendam kepada sang ayah. Sayang, film ini gagal mencetak box office mengingat di era 1990-an, industri layar lebar Tanah Air mulai lesu.

3. Kesempatan dalam Kesempitan (1985)


Jangan lupa, Mila Karmila pernah tampil bareng trio komedian legendaris Dono, Kasino, Indro di film Kesempatan Dalam Kesempitan. Karya Arizal ini mengisahkan Dono yang bekerja di agen rokok sementara Kasino di bengkel.


Mereka menganjurkan Indro diterima di rumah indekos Tina dan Santi. Mila Karmila turut mengantar Kesempatan dalam Kesempitan ke tangga box office Indonesia. Ia menjadi film terlaris kedua di Jakarta bersama 536.335 penonton.

4. Pemberang (1972)


Ini salah satu warisan terbaik Mila Karmila. Mengisahkan keluarga seorang Jaksa Johan Arifin (Sophan Sophiaan) yang diteror rayuan pramuria, surat kaleng, hingga telepon dari orang tak dikenal.

Rupanya, teror ini berasal dari Barman (Dicky Zulkarnaen) dengan motif dendam. Pemberang atau The Angry Man yang diproduksi Rapi Film meraih 3 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria, Pemeran Anak-anak Wanita, dan Film Terbaik.

6. Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961)

Tahukah Anda, bakat akting Mila Karmila ditemukan Bapak Perfilman Nasional, Usmar Ismail? Oleh Usmar Ismail, Mila Karmila dipercaya membintangi film perang Toha, Pahlawan Bandung Selatan yang mengangkat aksi heroik Mochamad Toha meledakkan gudang mesiu Belanda di Bandung. Pertahanan para penjajah kala itu lumpuh.

Dalam film itu, akting Mila Karmila diadu dengan Ismed M. Noor, Mieke Wijaya, dan ayah Ria Irawan, Bambang Irawan. Salah satu film perang terkeren di eranya. Nama Mila Karmila lantas diperhitungkan sejumlah produser dan sutradara.

5. Djakarta, Hong Kong, Macau (1968)



Kita kerap mendengar artis Indonesia dengan bangga mengumumkan kerja sama bareng bintang film atau sineas luar negeri. Jauh sebelum itu, Mila Karmila telah melakukannya lewat film Djakarta, Hong Kong, Macau. Karya Turino Djunaidy ini mempertemukan Mila Karmila dengan dua bintang mandarin, Fung Ming dan Peter Keong.

Kisah Djakarta, Hong Kong, Macau berpusat pada Karsono agen subversi asing yang memancing di air keruh dalam bisnis kejahatan. Akibatnya, sejumlah orang tewas hingga akhirnya, kematian mengintai Karsono sendiri.



Selasa, 03 Maret 2020

BCL Menangis Saat Judika Menyanyikan Lagu Tak Mungkin Bersama

Melihat tangisan BCL di hadapannya, Judika mengakui bahwa dia sebenarnya tidak ingin menyanyikan lagu itu. “Aku sebenarnya enggak mau menyanyikan lagu itu. Karena dia kan sahabatku. Aku enggak mau dia sedih lagi,” kata Judika.

Sebelum menyanyikan lagu itu di hadapan BCL, penyanyi berdarah Batak itu mengatakan bahwa dia telah meminta izin kepada BCL, terkait dengan tema single barunya yang mengingatkan tentang kehilangan seseorang untuk selama-lamanya.

Usai Judika meminta izin untuk menyanyikan single itu pun, pelantun ‘Cinta Sejati’ tersebut juga telah mengizinkannya.

Perhelatan malam Result & Reunion Indonesian Idol X mendadak sendu ketika Judika menyanyikan single terbarunya, ‘Tak Mungkin Bersama’. Sebuah lagu tentang kehilangan, yang langsung membuat tangis Bunga Citra Lestari (BCL) di kursi juri Indonesian Idol X pecah.

“Aku sudah bilang, takut melihat Unge (sapaan akrab BCL). Aku tahu ini enggak gampang buat dia, makanya aku lihat ke bawah (ketika bernyanyi). Begitu lirik, ‘Kau telah pergi dari hidupku', aku lihat dia (BCL) sudah menangis. Aku sedih banget,” ujar Judika.

Dia menjelaskan, lagu tersebut sebenarnya diciptakan sebelum mendiang Ashraf Sinclair meninggal dunia. Namun, entah mengapa lirik lagunya sangat sesuai dengan yang apa yang dialami BCL.

“Tolong, tetap beri dukungan dan selalu doakan Unge agar dia bisa move on. Semoga dia bisa bahagia kembali,” ucapnya.